Desta-Desty si Bayi Kembar Berhasil Dipisahkan


Surabaya - Tim Dokter Bayi kembar siam, Rumah sakit Dokter Soetomo Surabaya akhirnya berhasil memisahkan Desta Aminatuz Zahro dan Desty Aminatuz Zahro setelah pascaoperasi selama dua hari. Dinihari tadi, operasi yang berlangsung selama empat jam itu berhasil menyelamatkan nyawa keduanya.

Bayi kembar siam Probolinggo yang didiagnosis Omphalopagus (dempet tali pusar) dengan Atresi Ani (tidak punya anus) menjalani operasi pemisahan darurat di RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (26/12/2016).

Hal itu disebabkan lantaran lahir secara prematur dalam usia kandungan antara 34 hingga 36 minggu, dan tidak memiliki saluran buang air besar (BAB), kulit lapisan yang membalut pusar sobek dan usus memburai keluar, sehingga dapat mengancam jiwanya.

Ketua tim kembar siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpA(K), saat dikonfirmasi, Rabu (28/12/2016) menjelaskan meskipun operasi pemisahan terbilang sukses, kurang stabilnya kondisi tubuh bayi dan infeksi setelah operasi masih dikhawatirkan.

"Alhamdulillah rekonstruksi berjalan lancar tanpa kendala," kata dr. Agus Ketua Tim Kembar Siam RSUD dr. Soetomo Surabaya, kepada wartawan.

Dikatakan dr. Agus, selain operasi pemisahan, kedua bayi juga menjalani operasi kolostomi atau pembuatan saluran anus pada kedua bayi. Karena sejak lahir kedua bayi tak memiliki anus.

Sehingga tim dokter langsung membuatnya agar kedua bayi memiliki saluran pembuangan. Operasi bayi ini memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Sebab, kedua bayi lahir prematur dan berat bayi rendah atau 3400 gram. Bahkan salah satu bayi memiliki kelain bawaan yaitu kebocoran jantung.

Sementara itu, orang tua bayi kembar, Iman Mustari hanya bisa pasrah setelah mendapat penjelasan dari tim dokter terkait kondisi anaknya.

"Saya pasrah kepada Allah melalui perantara para tim medis untuk melaksanakan operasi, karena menurut dokter memang langkah yang terbaik untuk menyelamatkan ke dua anak saya, semoga keduanya bisa selamat dan segera pulih sehingga bisa tumbuh besar semuanya," harap Iman.

Diketahui kembar siam omphalopagus, atau dempet perut ini, lahir prematur dari pasangan Nurul Iman Mustari dan Jumani, pada 21 desember lalu, di RSIA Amanah Probolinggo. terlahir dengan usia kandungan antara 34 hingga 36 minggu, dengan berat total 3,3 kilogram dan panjang 41 sentimeter, berjenis kelamin perempuan. (LintasNews)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top