Ini Dia 5 Peristiwa Penting Sepak Bola Indonesia Selama Tahun 2016


Lintas.biz.id - Tahun 2016 telah dilewatkan, kini memasuki awal tahun 2017 awal tahun baru dunia per-sepakbolaan Indonesia. Berbagai kejadian mewarnai sepak bola Indonesia. Ada yang menyenangkan, membuat bangga, melegakan, namun ada juga yang terbilang memalukan, mengundang keprihatinan hingga komentar negatif dari pencinta sepak bola di Tanah Air serta meninggalkan jejak duka mendalam.

Kini Lintas.biz  mencoba merangkum kejadian - kejadian penting dunia persepakbolaan Indonesia selama tahun 2016. Kalangan pencinta sepak bola dalam negeri tentu berharap hal positif yang sudah dicapai itu bisa terus ditingkatkan atau setidaknya dipertahankan. Sebaliknya, hal negatif bisa dikurangi atau diperbaiki.

1. TSC 2016 dibuka Presiden Joko Widodo

Indonesia Soccer Championship (ISC) yang kemudian dikenal dengan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo resmi bergulir pada 29 April 2016. Presiden Joko Widodo berkenan membuka turnamen jangka panjang yang diikuti klub level ISL ini di Stadion Mandala, Jayapura.

Pembukaan TSC 2016 di Stadion Mandala berlangsung meriah kendati sempat terjadi perubahan jadwal kick-off beberapa kali lantaran menanti kepastian kedatangan Presiden Joko Widodo.

Partai "perdana", yakni Persipura menjamu Persija Jakarta di Stadion Mandala berakhir dengan skor 1-1. Meski diakui sebagai partai pembuka, sejatinya laga Semen Padang versus PSM di Stadion H. Agus Salim, Padang, jadi laga pertama yang dimainkan di TSC 2016 karena kick-off duel ini berlangsung beberapa jam sebelum laga Persipura vs Persija.

2. Terbebas dari sanksi FIFA

Setelah setahun lamanya terbelenggu sanksi FIFA akibat konflik PSSI dengan Kemenpora, sepak bola Indonesia akhirnya dapat bernafas lega pada 13 Mei 2016.

Dalam kongres Tahunan FIFA ke-66 di Meksiko, induk asosiasi sepak bola dunia itu mencabut sanksi yang dijatuhkan pada 30 Mei 2015.

FIFA terpaksa menjatuhkan sanksi pembekuan pada Indonesia setelah menilai adanya campur tangan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Sebelum FIFA memberikan hukuman, Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI secara administratif melalui Surat Keputusan yang diterbitkan pada 17 April 2015.

Pencabutan sanksi FIFA ini sebagai tindak lanjut pencabutan SK pembekuan PSSI oleh Menpora. Alhasil, keputusan FIFA mencabut sanksinya disambut gembira tidak hanya PSSI namun juga kalangan pemangku sepak bola di Indonesia yang terdampak sanksi itu karena mereka memang sudah menantikan kabar baik itu.

3. Timnas U-19 tampil di Piala AFF U-19 2016

Untuk pertama kalinya setelah sanksi FIFA dicabut, sepak bola Indonesia tampil di pentas internasional. Timnas U-19 yang dilatih Eduard Tjong mendapat kesempatan itu. Mereka tampil di Piala AFF 2016 yang digelar mulai 11 September 2016. Namun, Timnas Indonesia U-19 tak bisa bicara banyak dalam turnamen kawasan Asia Tenggara yang diikuti 11 negara ini.

Timnas U-19 yang tergabung di Grup B bersama Thailand, Australia, Myanmar, Kamboja, dan Laos hanya bisa berada di posisi keempat klasemen akhir penyisihan grup dengan catatan dua kali menang dan tiga kali kalah. Hasil itu tak bisa mengantar Timnas U-19 ke fase selanjutnya.

4. Timnas Indonesia menggilas Malaysia

Di luar dugaan, Timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2016 menggulung Malaysia 3-0 dalam laga persahabatan sekaligus uji coba di Stadion Manahan, Solo, 6 September 2016.

Kejutan karena Timnas Indonesia vakum setahun lamanya dari aktivitas akibat sanksi FIFA. Duel melawan Malaysia ini jadi comeback indah Indonesia.

Didukung hampir 25 ribu suporter yang memadati Stadion Manahan untuk menghapus dahaga , Timnas Indonesia tampil atraktif dan menang 3-0 lewat dua gol yang dilesakkan Boaz Solossa dan sebiji gol Irfan Bachdim.

5. Timnas Indonesia tampil di final Piala AFF 2016

Timnas Indonesia lagi-lagi membuat kejutan dengan berhasil tampil di partai final Piala AFF 2016. Dengan persiapan terbilang singkat, Indonesia membalikkan semua prediksi dan tampil dengan determinasi serta semangat tinggi di setiap pertandingan di final Piala AFF.

Kendati akhirnya kalah agregat gol 2-3 dari lawan di final, Thailand, Tim Merah-Putih tetap mendapatkan apresiasi dari seluruh pendukung Tim Garuda termasuk pula pemerintah yang diwujudkan dengan pemberian bonus dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp 200 juta per pemain.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top