Jokowi Bantah Reshuffle Kabinet Akhir Tahun

Jakarta - Isu reshuffle kabinet berembus kencang menjelang penghujung tahun 2016. Isu panas ini dibarengi gagasan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membentuk holding BUMN sejenis. Apakah ada hubungannya?

Presiden Joko Widodo menepis isu perombakan (reshuffle) kabinet yang sedang beredar saat ini. Dia menegaskan bahwa tidak ada rencana apa pun terkait perombakan susunan menteri atau kepala lembaga di kabinetnya saat ini.

"Enggak ada," bantah Jokowi saat dikonfirmasi ketika ditemui di proyek pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/12).

Meskipun isu reshuffle kabinet dibantah oleh Presiden Jokowi, namun soal pembentukan holding besar BUMN tidak sepenuhnya salah. Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui Kementeriannya tengah berupaya membentuk holding BUMN sejenis.

Juru Bicara Presiden Johan Budi juga menyatakan tidak mengetahui adanya rencana perombakan kabinet saat ini. Dia pun menegaskan bahwa kewenangan perombakan kabinet ada pada Presiden Joko Widodo dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun.

Namun demikian, sampai saat ini pembentukan holding BUMN yang ditargetkan selesai akhir tahun ini belum menemui titik terang. Menteri Rini menuturkan, diperlukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2005 soal pembentukan holding BUMN sebagai dasarnya.

"Ini kita harapkan kita masih mencoba sebelum akhir tahun ini PP 44 bisa diundangkan. Kemudian kita harapkan minimal targetkan pengennya begitu, prosesnya di Sekneg kemudian ke Kemenkumham, tinggal itu saja. Menteri-menteri sudah berikan parafnya," ujar Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2016).

"Setelah itu harus ada PP, umpamanya sekarang Pertamina, harus ada PP untuk Pertamina, harus ada PP untuk tambang Inalum dan yang lain-lain," sambung Rini.

Perencanaan pembentukan holding BUMN sepertinya sudah sangat matang. Langkah ini dilakukan untuk menghemat biaya operasional BUMN sejenis. Meski memang ada kekhawatiran sejumlah pihak soal adanya pengurangan tenaga kerja.

Kerja keras menteri Rini untuk membentuk holding BUMN agar aturan mainnya selesai akhir tahun ini membuat sejumlah pihak berspekulasi soal isu reshuffle kabinet. Apalagi sampai kini partai utama pengusung Jokowi-JK yakni PDIP belum berhenti menggoyang menteri Rini.

Rini Soemarno hampir selalu diterpa angin setiap kali ada isu reshuffle. Namun, saat ada perombakan kabinet, nama Rini selalu aman.

Sekadar informasi, sepanjang dua tahun lebih pemerintahan Jokowi-JK sudah dua kali melakukan perombakan kabinet. Pertama dilakukan pada Agustus 2015, kemudian berlanjut pada Juli lalu. Pada perombakan pertama, Jokowi mengubah susunan menteri ekonomi. Diantaranya dengan memasukkan Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan.

Tak hanya menteri Rini kini yang digoyang Darmadi, ia juga sudah membocorkan nama-nama menteri yang tengah dipertimbangkan untuk diganti oleh Presiden Jokowi. Mereka adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrin Airlangga Hartarto, dan Mendikbud Muhadjir Effendy. Tentu saja itu evaluasi personal dari politikus PDIP itu. Apakah ada reshuffle atau tidak tentu seperti kata Jubir Presiden Budi, itu sepenuhnya hak Presiden Jokowi.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top